وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾
(1) Demi buah tiin dan zaitun,
وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾
(2) Dan gunung Tursina,
وَهَـٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿٣﴾
(3) Serta negeri (Mekah) yang aman ini;
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ﴿٤﴾
(4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya).
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ﴿٥﴾
(5) Kemudian (jika dia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ﴿٦﴾
(6) Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ ﴿٧﴾
(7) (Jika demikian kekuasaanKu), maka apa pula yang menjadikan engkau seorang pendusta, (berkata tidak benar) mengenai hari pembalasan, sesudah (ternyata dalil-dalil yang membuktikan kekuasaanKu mengadakan hari pembalasan) itu?
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ﴿٨﴾
(8) Bukankah Allah (yang demikian kekuasaanNya) seadil-adil Hakim?
Thursday, February 12, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









No comments:
Post a Comment